Meniti Jalan Menuju Jannah Firdaus-Nya

Kamis, 08 Desember 2016

MENYINGKAP RAHASIA DIBALIK TANDA KEKUASAAN ALLAH




عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ  :" إِنَّ الَشَّمْسَ وَ القَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَ لاَلِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَاَيْتُمْ ذَالِكَ فَاذْكُرُوا اللهَ". (رواه البخاري: 3202)
  "Dari Abdillah bin Abbas ia berkata: ”Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:“Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, dan keduanya tidak gerhana karena kematian seseorang dan bukan pula kehidupannya (kelahirannya), dan apabila engkau melihat gerhana maka hendaklah engkau mengingat Allah.” (HR. Al-Bukhori no. 3202)
Ketahuilah wahai saudariku, berbagai kenikmatan yang kita rasakan saat ini, merupakan bukti kasih sayang Allah terhadap kita, dan tidaklah Allah menciptakan sesuatu bagi makhluknya melainkan yang bermanfaat baginya. Begitu pula dengan matahari dan bulan yang Allah ciptakan khusus bagi para makhluknya, yang dapat kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Matahari sebagai cahaya di siang hari dan bulan sebagai lentera di malam hari.
Namun terkadang, sering kita jumpai keadaan dimana matahari dan bulan tidak bekerja seperti biasanya, hilang nya sebagian cahaya dari keduanya (gerhana) terkadang membuat seseorang berfikir akan terjadinya suatu peristiwa khusus, seperti kematian atau kelahiran seseorang.
Anggapan seperti ini pernah terjadi pada masa Rosulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam. ketika terjadinya gerhana pada masa itu, dan bertepatan dengan meninggalnya putra beliau yaitu Ibrohim, maka orang –orang jahiliyah pada masa itu beranggapan bahwa tejadinya nya gerhana, dikarnakan meninggalnya putra Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Setelah Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mendengar hal ini beliau  menjelaskan, bahwasanya terjadinya gerhana bukanlah semata-mata karena kematian seseorang ataupun kelahiran seseorang melainkan bukti tanda kekuasan Allah dan merupakan sebuah peringatan Allah terhadap hamba-NYA.
Oleh karena itu, ketika kita melihat terjadinya gerhana, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menganjurkan kita untuk melaksanakan sholat gerhana (khusuf ataupun kusuf), bersedekah, berdzikir kepada Allah, istighfar melakukan amalan-amalan sholih hingga selesainya gerhana tersebut.Dan yang terpenting, perbanyaklah berdo’a ketika itu, agar segala dosa yang kita lakukan diampuni oleh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab
Referensi:
1.      sunanu wal ahkam lidhiyaul mukdisi, 2/422
2.      taisirul 'alam syarhul umdatul ahkam, 2/399

Created by: Atika Fitroh








0

0 komentar:

Posting Komentar