Meniti Jalan Menuju Jannah Firdaus-Nya

Minggu, 11 Desember 2016

MANFAAT WUDHU BAGI KESEHATAN


1.      Membasuh kedua tangan
Tangan merupakan salah satu anggota badan yang sering bersinggungan dengan  benda-benda lain. Tidak diragkan lagi bahwa benda-benda terbuka (yang tidak tertutup) yang ada disekeliling kita banyak mengandung bakteri dan kuman yang sangat berbahaya bagi tubuh ketika ia masuk kedalamnya. Kegiatan membasuh atau mencuci tangan sebelum berkumur-kumur sangat efektif untuk membersihkan dan menghilngkan bakteri dan kuman dari permukaan telapak tangan. 
Disebutkan juga bahwa membasuh kedua telapak tangan dengan air bersih dapat menghilangkan kuman dan bakteri hingga 90% dan hal ini dapat membantu kita terhindar dari penyakit, terutama penyakit kulit. (Abu Ammar: 2015, 78 dalam Yusuf al-Hajj: t.t, ). Mukhtar Salim  dalam bukunya “sehat jiwa raga dengan shalat” (2009: 77) menyebutkan para peneliti kesehatan, bahwa sebagian besar kuman dan bakteri yang membahayakan masuk ke dalam tubuh manusia dengan cara menembus melalui kulit, khususnya kuman yang mengandung parasit cacing, dan kuman lainnya yang masuk ke alat pencernaan melului mulut ketika seseorang makan dengan menggunakan tangan tanpa membersihkan tangannya terlebih dahulu, sehingga kuman berbahaya dalam jumlah yang besar dapat masuk dan berpindah ke alat pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan manusia terkena tipus, disentri, penyakit usus yang akut, hepatitis dan beberapa penyakit yang berhubungan dengan pencernaan lain.

2.      Berkumur-kumur
Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk berkumur-kumur sebanyak tiga kali ketika berwudhu, beliau menyebutkan dalam sabdanya : dari Amru  bin Yahya meriwayatkan, “Rasulullah melakukan kumur-kumur dan istinsyak sebanyak tiga kali”. (HR. Muslim, bab: fi wudhuin Nabi, no: 235). Sebenarnya kumur-kumur termasuk dari sunah wudhu dan boleh dilakukan sebanyak satu atau dua atau tiga kali (karena ini termasuk masalah fiqih yang masih ada pedebatan diantara ulama’), akan tetapi ketika kita melihat manfaat dari kumur-kumur itu sangat besar bagi kesehatan mulut, maka alangkah baiknya jika kita lakukan berulang hingga tiga kali.
Diantara manfaatnya adalah menghilangkan dan membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi, mencegah adanya peradangan di mulut dan tenggorokan, mencegah gigi berlubang, mencegah bau mulut dan menjadikan otot-otot wajah menjadi kuat dan wajah tetap segar berseri. Jika berkumur-kumur dibarengi dengan bersiwak (gosok gigi) maka hal ini sangat baik dan efektif untk menjaga kebersihan mulut dan menjadikan bau mulut segar,  apalagi jika dilakukan setiap hari lima kali sebelum shalat.
Mukhtar Salim dalam bukunya “sehat jiwa raga dengan shalat” (2009: 68) menyebutkan pensyariatan kumur-kumur dan istinsyak dalam wudhu  dalam berbagai hadist Nabi ini terdapat hikmah yang luar biasa. Jika sisa-sisa makanan –khususnya makanan yang mengandung zat tepung dan zat gula- berkumpul, menumpuk, kemudian membusuk di sela-sela gigi, maka akan mengakibatkan suburnya bakteri dan menimbulkan infeksi pada gusi, tenggorokan bernanah, gigi rapuh, membusuk, dan macam-macam penyakit mulut lainnya yang dapat berpindah ke alat pencenaan sehingga akan mengalami masalah serta menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbeda-beda dan bau yang tidak sedap.
Dan Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk selalu memperhatikan kebersihan mulut, salah satu caranya yaitu dengan bersiwak atau gosok gigi. Sebagaimana sabda beliau:
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
 “siwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah” (HR. An-Nasa’i, bab: at-targhib fis siwak, no: 5).  
لولا أن أشق على أمتي أو على الناس لأمرتهم بالسواك مع كل صلاة
“kalaulah aku tidak memberatkan kepada umatku –atau kepada manusia- pasti aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap kali hendak shalat” (dikeluarkan oleh Bukhari, bab: bersiwak pada hari jum’at, no: 142)

                 3.      Memasukan air ke hidung dan mengeluarkannya.
Hidung merupakan alat utama pernafasan.  Jika hidung bermasalah atau ada sumbatan, pasti pernafasan akan terganggu dan tidak sempurna. Seperti pilek, polip dan penyakit lain yang menyerang hidung.
Udara yang kita hirup belum tentu terbebas dari bakteri dan kuman. Jika kita hidup di daerah yang berpolusi dan berdebu seperti di gurun pasir atau di tangah kota maka kemungkinan besar udara yang kita hirup banyak mengandung bakteri dan kuman, baik lewat hidung ketika kita bernafas atau menembus permukaan kulit yang terbuka. Bakteri yang ada di udara sangatlah banyak dan tak terhingga, sedangkan kita bernafas setiap detik dan setiap saat, jadi berapa banyakkah kuman yang kita hirup setiap saatnya???
   Islam datang memberikan solusi yang tepat dan cepat. Wudhu, merupakan sebuah kegiatan mudah  yang salah satu tujuannya untuk membersihkan diri dari berbagai kotoran dan kuman yang menempel di permukaan kulit, di dalam praktik wudhu ada kegiatan yang namanya istinsyak (memasukkan air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung). Dengan melakukan kegiatan ini secara rutin dan kontinyu –insyaAllah- dapat mencegah hidung dari bersarangnya bakteri dan tumbuhnya kuman yang berbahaya bagi tubuh kita.
Mukhtar Salim dalam bukunya “sehat jiwa raga dengan shalat” (2009: 71) menyebutkan tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria bekerja sama dengan peneliti kesehatan dan perobatan di Akademik penelitian Ilmiah dan teknologi, mengadakan sebuah penelitian intensif untuk mempelajari dan mengungkap rahasia hubungan antara wudhu dan kesehatan.  Dari hasil penelitian tersebut, mereka menemukan fakta bahwa mayoritas bagian dalam hidung orang yang tidak pernah berwudhu mengalami kepucatan warna, berminyak, dan debu serta kotoran akan mengendap di dalam hidung sehingga menimbulkan kerusakan pada bulu hidung. Di samping itu, lubang hidung akan terasa lengket, berwarna hitam pekat, bulu-bulu hidung akan saling menempel, berdebu, dan akan mudah rontok. Adapun seorang muslim yang selalu menjaga wudhunya, bagian permukaan hidung akan bersih , terhindar dari debu serta kotoran yang menempel, terlihat lebih bersih, dan bulu-bulu hidung akan terhindar dari kerusakan.
Hasil dari penelitian ilmiah ini menemukan kelebihan lain dari wudhu, yaitu rahasia di balik pensyariatan istinsyak yang Diajarkan oleh Rasulullah kepada umat Islam. Istinsyak adalah cara yang paling bagus untuk membersihkan bagian dalam hidung. Hal itu karena karena setelah beberapa jam dari waktu kita membersihkan hidung, kotoran dan kuman akan kembali lagi mengisi rongga hidung kita sehingga kita harus terus-menerus mengulangi pembersihan hidung. Dan ternyata waktu yang tepat  untuk membersihkan hidung kita kembali tersebut  sangat cocok dengan pengaturan waktu pelaksanaan shalat lima waktu.

4.      Membasuh wajah
Membasuh wajah termasuk rukun wudhu. Sebagaiman yang Rasulullah kerjakan, dalam sebuah hadist beliau bersabda:
عن حمران ابن أبان رضي الله عنه أن عثمان دعا بوضوء فذكر صفة وضوء النبي صلى الله عليه و سلم فقال حمران: ثم  غسل وحهه ثلاث مرات
“Humran bin Aban meriwayatkan bahwa Ustman bin Affan meminta air untuk berwudhu, kemudian Utsman bin Affan mempraktikkan tata cara wudhu yang dilakukan oleh Rasulullah. Humran berkata, Utsman bin Affan membasuh wajahnya sebanyak tga kali......” (HR. Bukhari, bab: al-wudhu’ stalastan-stalastan, no: 159) membasuh wajah sebanyak tiga kali dalam setiap wudhu dan sehari dilakukan lima kali, akan membuat wajah lebih segar dan bersih dari berbagai bakteri serta kuman yang menempel.
 Mukhtar Salim  dalam bukunya “sehat jiwa raga dengan shalat” (2009:  73) menyebutkan  bahwa dengan demikian, umat islam senantiasa dapat menjaga kebersihan kedua matanya, sehingga terhindar dari penyakit mata, trakhoma, mata merah, dan berbagai macam penyakit mata lainnya. Membasuh wajah secara rutin setiap hari dengan menggunakan air dingin dapat menmbah pengaktifan stimulasi sel pada kulit wajah, sehingga kulit wajah lebih halus, kuat, elastis dan tidak lembek. Selain dapat menambah energi dan daya semangat hidup tinggi, wajah terlihat bersinar, dan dapat melawan serta menghilangkan kerutan-kerutan pada kulit wajah.

5.      Membasuh kedua tangan sampai siku
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, bahwa tangan adalah salah satu anggota tubuh yang sering bersinggungan dengan benda lain yang mengandung bakteri dan kuman. Mukhtar Salim dalam bukunya “sehat jiwa raga dengan shalat” (2009: 76) menyebutkan hal ini bisa dilihat dari kebiasaan manusia yang tidak akan mampu melakukan pekerjaan sehari-hari tanpa melibatkan kedua tangan, khususnya ketika kita harus mengangkat suatu barang atau alat-alat tertentu. Dengan mengangkat atau memegang sesuatu, kedua kedua tangan kita sangat rentan terkontaminasi oleh bermacam-macam bakteri. Terkhusus jika kita sedang istinja’ (bersuci) setelah buang air, bisa dipastikan di sini berbagai macam kuman serta bakteri berkumpul di bawah kuku dan di antara jari jemari kedua tangan.
Dengan membasuh tangan sampai siku ketika wudhu –apalagi lima kali dalam satu hari- dapat menghilangkan berbagi bakteri dan kuman yang berbahaya bagi tubuh yang jika masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. selain dapat menghilangkan debu dan mikroba, membasuh kedua tangan sampai siku-siku dapat menghilangkan keringat dari dari permukaan kulit. Materi-materi berminyak yang dikeluarkan oleh kelenjar kulit juga dapat dibersihkan melalui kegiatan ini. Biasanya kedua tangan merupakan habitat yang sangat cocok untuk hidup dan berkembangnya bakteri. (Abu Ammar: 2015, 79 dalam Yusuf Al-Hajj: t.t,)

6.      Mengusap sebagian kepala
Membasuh sebagian kepala atau rambut dapat membuat otak lebih jernih dalam berpikir, mempertajam ingatan, mencegah kerontokan rambut serta bisa terhindar dari penyakit pikun. Hal ini bisa terjadi karena pada area tersebut terdapat titik-titik yang berhubungan dengan otak dan syaraf manusia. (http://www.vivamuslim.com/2016/03/ternyata-inilah-tujuh-manfaat-wudhu.html,diakses pada hari Kamis, 02 Juni 2016, jam:14.50)

7.      Membasuh kedua kaki  sampai mata kaki
Membasuh kaki sampai mata kaki serta menyela-nyela jari-jemarinya, mampu menghilangkan berbagai kuman dan kotoran yang menempel di kaki dan sela-sela jari serta dapat terhindar dari berbagai penyakit yang menyerang kaki. Apalagi jika dilakukan secara rutin setiap hari lima kali setiap wudhu. Kaki sangat rentan terkena debu dan kotoran saat berjalan baik memakai alas kaki ataupun tidak.
Mukhtar Salim dalam bukunya “sehat jiwa raga dengan shalat” (2009: 83) menyebutkan kaki adalah anggota tubuh yang paling dominan menyangga berat tubuh manusia dan yang paling berpengaruh ketika seseoarang berjalan atau pun berdiri di atas tanah yang berbeda-beda. Di zaman modern seperti sekarang ini, kebanyakan manusia memakai sepatu di kedua kakinya dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal ini menyebabkan terlipatnya kulit yang berada di antara jari-jari kaki sehingga tidak mendapat udara yang cukup. Di samping itu, seringnya kaki berada dalam sepatu menyebabkan banyaknya kotoran bercampur keringat akibat pemakaian bermacam-macam kaos kaki. Kotoran yang bercampur keringat akan menyebabkan berkembangnya berbagai macam kuman yang membahayakan –terutama pada saat cuaca panas- sehingga manusia akan mudah terkena infeksi kulit dan bermacam-macam penyakit kulit lainnya seperti tenia[1]   dan menyebabkan bau kaki yang tidak sedap.
Rasulullah telah memberikan contoh yang sempurna kepada umatnya dalam bersuci dan membersihkan diri dari kotoran, salah satunya adalah dengan wudhu. Kegiatan wudhu yang paling terakhir adalah membasuh kaki hingga mata kaki, kegiatan ini ternyata dapat mencega dan menghilangkan berbagai kuman dan kotoran yang menempel di kaki. Sebagaimana sabda beliau:
كان النبي صلى الله عليه و سلم إذا توضأ دلك بين أصابع رجليه بخنصره
“Ketika berwudhu, Rasulullah menggosok sela-sela di antara jari-jemari kedua kakinya dengan menggunakan jari kelingking”,(HR. Abu Daud, bab: ghaslur rijlain, no: 148) dan (At-Tirmidzi, bab: maa ja’a fi takhlili ashabi’, no: 40). Ternyata semua hikmah yang terkandung dalam praktik wudhu ini telah diketahui oleh Rasulullah jauh sebelum dunia mengenalkan teknologi canggihnya seperti saat ini.
Wallahu a’lam bish-shawaab.
Created by: Binta El_Qudsi




[1] Tinea adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatofit, yaitu suatu golongan jamur kulit yang terdiri atas tiga jenis, Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton.Kelainan pada kulit ini juga dinamakan ringworn yang berupa bercak-bercak bulat, berbatas tegas, terdiri atas eritem, di tengah bersisik dan pada tepi dengan papula kecil, kadang-kadang disertai vesikel kecil yang tertutup keropeng.
0

0 komentar:

Posting Komentar