Meniti Jalan Menuju Jannah Firdaus-Nya

Senin, 06 Maret 2017

HUKUM MENG-UPLOAD BERITA HOAX



A.    Definisi
1.      Upload
Secara etimologi upload adalah memindahkan data ke sistem komputer yang lebih besar dari yang lebih kecil.[1] Upload adalah kegiatan mengirim data ke sistem yang terpisah seperti server atau sistem lainya sehingga sistem tersebut dapat menyimpan duplikat dari data tadi.[2]
2.      Hoax
Secara etimologi, kata ‘hoax’ pertama kali diucapkan pada akhir abad ke 18 sebagai sebuah singkatan dari kata kerja ‘Hocus’ yang artinya ‘curang’, ‘membebani pada’, atau ‘seringnya membut bingung dengan minuman keras yang dibius’.[3] ‘Hocus’ adalah kependekan dari mantra magis hocus pocus’[4]. Yang mana asalnya diperdebatkan.[5]
Adapun secara terminologi, Hoax adalah sebuah kebohongan yang dibuat-buat dengan sengaja untuk berpura menjadi sebuah kebenaran. Hal ini dapat dibedakan dari kesalahan dalam penelitian dan opini.[6]
B.     Sejarah munculnya berita hoax
Salah satu berita hoax yang terkenal pertama kali adalah sesosok hantu penabuh drum yang bergentayangan di  salah satu rumah di daerah Tedworth, pada tahun 1661, Wiltshire di Inggris.[7] Menurut Museum of Hoaxing “Kejadian hantu penabuh drum di salah satu rumah di daerah Tedworth langsung menjadi berita yang sangat terkenal hampir di seluruh negara Inggris. Kemasyhurannya disebabkan oleh Joseph Glanvill, ia mengumpulkan banyak saksi mata dari aktivitas makhluk halus itu, merekam suara ribut yang ia dengar, sampai akhirnya hal itu diyakini keberadaaannya.”
Akan tetapi pada akhirnya, raja Inggris ketika itu mengirim beberapa orang ke rumah keluarga Mompeson penghuni rumah tersebut untuk melakukan investigasi dan menyatakan bahwa tidak ada aktivitas kejahatan roh alias hoas dan cerita tersebut akhirnya hanya sebuah lagenda semata.
Cerita di atas merupakan cerita narasi yang biasa digunakan untuk memparkan bagaimana hoax pada umumnya, yaitu sebuah dakwaan, sebuah investigasi lanjutan oleh seseorang dengan pengetahuan mistiknya, sebuah publikasi lanjutan temuan mereka (biasanya untuk profit atau keuntungan), ketertarikan public, dan kemudian kegengsian orang-orang KEPO serta investigator dari luar yang memecahkan structure psikologi hoax.[8]
C.    Dasar hukum
1.      Dari Al-qur’an:   
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِين
     “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا
     "Jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar." (QS. Al-Ahzab: 60)
2.      Dari Sunnah
Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah Radhiallahu’anhu, Rosulallah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا قِيلَ وَقَالَ ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
     “Sesungguhnya Allah membenci 3 hal untuk kalian: [1] menyebarkan berita burung (katanya-katanya); [2] menyia-nyiakan harta; dan [3] banyak bertanya.” (HR. Bukhari)[9]
D.    Ciri-ciri berita hoax
Agar kita tidak tertipu dengan berita-berita hoax yang ada di sosial media, yang dikhawatirkan kita terbawa arus hingga turut andil menyebarkan atau meng-copy paste kemudian meng-uploadnya, sebaiknya kita perlu mengetahui ciri-ciri berita hoax. Sebelumnya perlu diketahui, biasanya hoax dapat berupa uraian tulisan, foto ataupun gambar yang disertai uraian di bawahnya. Diantara ciri-ciri berita hoax adalah: 
1.      Hoax yang berupa uraian tulisan atau berita[10]
Salah satu ciri utama hoax yang berupa uraian tulisan yaitu kata-katanya semua sama di semua situs apabila dicari di google, alias hanya copy paste dari situs satu kesitus lainnya, dan ketahuilah, apabila memang berita tersebut besar tidak mungkin hanya ada satu penulis yang menulisnya. Selain itu semua hoax sumbernya tidak jelas dan isinya terkesan mengada-ngada (dibesar-besarkan) dan beritanya tidak jelas . biasanya pelaku hoax mencantumkan kalimat-kalimat dibawah ini:
a.       Ada kalimat “Sebarkan ke teman-teman anda juga ya!...”. Ciri khas hoax    adalah meminta penerima menyebarkan ke penerima sebanyak mungkin.
b.      Ada kalimat “Sudah banyak yang tertipu”. Kalimat ini bertujuan untuk meyakinkan penerimanya  untuk segera mengirimkan hoax tersebut. Padahal pada hakekatnya, yang tertipu adalah yang menyebarkannya.
c.       Ada kalimat “Tadi juga ada beritanya di TV one 4:20 PM”. Kalimat ini meminjam nama tenar media tertentu, demi menyakinkan korbannya akan semakin percaya.
d.      Menggunakan berita yang sedang booming (tenar) lalu diubah agar tekesan luar biasa atau menarik untuk dibaca. Contoh: “Tsunami telah membuat fossil raksasa muncul ”
2.      Hoax yang berupa foto[11]
Sama sepeti hoax pada uraian tulisan, ciri utama foto hoax yaitu, foto tersebut hanya diambil  pada satu sudut  pandang. Ciri foto hoax biasanya, apabila dicari di google maka hanya akan menemukan gambar yang sama, yang dipotret pada sudut yang sama, yang pada hakekatnya foto tersebut aslinya hanya ada satu saja.
Sebagian besar foto hoax telah dimodofikasi menggunakan photoshop agar tampak menyakinkan. Selain itu foto hoax biasanya memanfaatkan nama tempat, agama, suku, kelompok, symbol, perusahaan ataupun nama negara tertentu agar lebih menyakinkan. Beberapa foto hoax adalah foto yang tidak sengaja diambil pada sudut pandang tertentu sehingga membuat objek foto tersebut berbentuk menyerupai objek lain. Selain itu ada juga foto-foto yang diburamkan atau seakan-akan diambil dari jarak jauh sehingga tampak tidak jelas. Biasanya foto-foto yang diburamkan adalah foto-foto hewan cryptologi atau foto-foto mistis.
E.     Dampak negatif mengupload berita hoax
Menyebarkan berita hoax atau meng-uploadnya merupakan hal yang telah menjamur di kalangan masyarakat kita. Padahal, sebagaimana yang kita tahu dalam agama Islam, Allah telah memberikan rambu-rambu yang jelas dalam menyebarkan sebuah berita. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa terdapat dampak negatif ketika seseorang menyebarkan berita bohong atau hoax.
Diantara dampak negatif hoax adalah:
1.      Saling mengolok-olok
Dengan tersebarnya berita yang belum jelas kepastiannya, dapat mengakibatkan terjadinya saling mengolok-olok atau mencaci maki, Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
     “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat: 11)
Allah Ta’ala melarang mengolok-olok orang lain, yakni mencela dan menghinakan mereka, sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits shohih, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اَلكِبْرُ بَطًرُ الحَقِّ وَ غَمْطُ النَّاِس
     “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” (HR. Muslim)[12]
Yang dimaksud dengan hal tersebut adalah menghianatkan dan merendahkan seseorang. Hal itu sudah jelas haram.[13] Karena terkadang orang yang dihina itu lebih terhormat di sisi Allah Ta’ala dan bahkan lebih dicintai-Nya dari pada orang yang menghinakan.
2.      Saling ghibah (Bergunjing)
Dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh berita hoax adanya saling ghibah (menggunjing atau menceritakan orang lain). Hal ini disebabkan beredarnya berita mengenai seseorang yang belum jelas kebenarannya dan akhirnya menjadi bahan gunjingan. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
     “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Allah Ta’ala melarang hamba-hamba-Nya yang beriman dari banyak prasangka, yaitu melakukan tuduhan dan pengkhianatan terhadap keluarga dan kaum kerabat serta umat manusia secara kesuluruhan yang tidak pada tempatnya, karena sebagian dari perasangka itu murni menjadi perbuatan dosa.[14] Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah mengingatkan kita akan pedihnya siksaan orang yang suka menggunjing semasa hidupnya, beliau bersabda,
لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ ، فَقُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ ، قَالَ : هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ ، وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
     “Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka melukai (mencakari) wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Maka aku bertanya: "Siapakah mereka ya Jibril?" Jibril berkata: "Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan mereka mencela kehormatan-kehormatan manusia." (HR. Abu Dawud)[15]
Hadits di atas menjelaskan akan dahsyatnya adzab bagi seorang yang menggunjing saudaranya, maka ketika hari kiamat, kelak ia akan di masukkan ke dalam neraka, kamudian ia akan mencakar-cakar wajahnya sendiri dengan kukunya hingga tampak jelas luka yang terdapat diwajahnya.[16] Oleh kerena itu, sebaiknya kita tidak menggunjing saudara kita, terlebih menggunjing saudara kita dengan meng-upload berita hoax yang belum jelas kebenarannya manganai dirinya.
3.      Terpecahnya suatu kelompok
Semakin banyak orang yang meng-upload berita hoax, maka besar kemungkinan untuk terpecahnya umat ini. Karena berita hoax sangat berkemungkinan didalamnya terdapat berita yang belum jelas kebenarannya. Sehingga berita yang disebarkan tersebut mengakibatkan terjadinya perselisihan dan pertentangan antara umat Islam. Padahal Allah telah melarang kita untuk saling bertentangan karena mengakibatkan kelompok tersebut saling bercerai berai. Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
     “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”(QS. Al-Imron: 103)
Ayat di atas menjelaskan bahwasanya Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bersatu dalam jama’ah dan melarang untuk bercerai-berai.[17] Dan Allah Ta’ala juga memberikan peringatan kepada kita agar tidak saling bertentangan dan bercerai berai, karena barangsiapa yang saling bertentangan dan bercerai-berai akan mendapat adzab dan siksa yang berat. Allah Ta’ala berfirman:
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
     “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (QS. Al-Imron: 105)
Ayat diatas menjelaskan bahwasanya kita tidak boleh saling bercerai-berai terutama dalam masalah aqidah. Dan barangsiapa yang saling bercerai berai, maka ia akan mendapatkan adzab dan siksa yang berat.[18]
4.      Tersebarnya fitnah
Dampak negatif berikutnya dari berita hoax adalah tersebarnya isu-isu atau berita yang belum jelas kebenarannya (fitnah), sehingga hal ini menimbulkan kemudhoratan yanng besar bagi yang difitnah. Allah Ta’ala juga telah melarang hamba-Nya untuk menyebarkan fitnah atas saudaranya, Allah Ta’ala juga telah memberikan peringatan akan adzabnya yang pedih bagi siapa saja yang memfitnah saudaranya, Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
     “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”(QS. An-Nuur: 19)
Ayat diatas menjelaskan bahwasanya orang-orang yang memfitnah saudaranya dengan sifat-sifat tercela, maka baginya adzab yang pedih di dunia dan diakhirat, yakni di dunia dengan ancaman hudud dan di akhirat dengan ancaman siksa.[19] Dan sifat-sifat tercela disini seperti memfitnahnya telah berzina.[20]
Dan Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga memperingatkan kita agar tidak memfitnah saudara kita, apalagi jika sampai menyebarkan fitnah yang tersebut, beliau bersabda,
لاَ تُؤْذُوْا عِبَادَ اللهِ وَلَا تُعَيِّرُهُمْ وَلَاتَطْلُبُوْا عَوْرَاتِهِمْ فَإٍنَّهُ مَنْ طَلَبَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ المُسْلِمِ طَلَبَ اللهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ فِي بَيْتِهِ
     “Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Allah Ta’ala dan janganlah mencela mereka. Janganlah mencari-cari aib mereka. Sebab, barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, niscaya Allah Ta’ala akan mencari-cari aibnya dan membongkarnya hingga sampai aib dalam rumahnya.” (HR. Imam Ahmad)  [21]
Hadits di atas menerangkan akan larangan seorang menyakiti saudaranya baik berupa perkataan ataupun perbuatan.[22] Maka telah jelas bahwasanya memfitnah saudara berarti menyakitinya baik dengan perkataan maupun perbuatan.
F.     Hukum meng-upload berita hoax
Meng-upload berita hoax sama halnya dengan menyebarkan berita dan isu bohong. Meng-upload merupakan perantara seseorang melakukan kedustaan, sedangkan wasilah dihukumi sebagaimana tujuan dilakukannya. Sebab sebagaimana termaktub dalam sebuah kaidah:
"الوَسَائِلُ لَهَا أَحْكَامُ المَقَاصِد"
     “Perantara mempunyai hukum tujuannya.”[23]
Kaidah fiqhi diatas menunjukan bahwa semua  perantara akan dihukumi sesuai dengan tujuan yang ia lakukan.[24] Dari kaedah ini dapat kita ketahui bahwasanya hukum meng-upload berita hoax adalah haram[25], seperti yang termaktub dalam turunan kaiedah ini,
"مَا لَا يَتِمُّ الحَرَامُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ حَرَامٌ"
“Sebuah perbuatan yang haram yang tidak mungkin dikerjakan kecuali dengan mengerjakan sesuatu lainnya, maka sesuatu yang lainnya itupun haram.”[26]
Berbuat dusta adalah suatu yang diharamkan sehingga hukum meng-upload barita hoax adalah haram. Hal ini dikarenakan meng-upload merupakan perantara kepada hal yang haram yaitu dusta.[27]
Diantara bukti akan keharaman melakukan hoax adalah firman-Nya dan sabda nabi-Nya. Keharaman hoax dapat kita qiyaskan pada keharaman menyebarkan berita palsu atau segala hal yang mengandung unsur penipuan. Adapun dalil yang menunjukkan keharaman dan akibat yang akan ditanggung penyebar berita bohong dan palsu, seperti dalam firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
     “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Ayat di atas memerintahkan agar benar-benar meneliti berita yang dibawa oleh orang-orang fasik dalam rangka mewaspadainya, sehingga tidak ada seorangpun yang memberikan keputusan berdasarkan perkataan orang fasik tersebut, di mana pada saat itu orang fasik tersebut berpredikat sebagai seorang pendusta dan berbuat kekeliruan, sehingga orang memberikan keputusan berdasarkan ucapan orang fasik itu berarti ia telah mengikutinya dari belakang.[28] Dan ketahuilah hal tersebut dapat menimbulkan namimah (saling adu domba), disebabkan karena kejahilannya terhadap kebenaran berita tersebut sehingga ia meng-upload lalu menyebarkannya kepada orang lain.[29] Padahal Allah Ta’ala telah melarang untuk mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.[30]
Sebagaimana yang kita tahu bahwa di saat seseorang meng-upload berita hoax berarti secara otomatif ia telah berstatus sebagai seorang pedusta yang telah terjerumus kepada dosa besar[31]. Sebagaimana sabda Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرٌ مِثْلَهُ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ
     “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa terbesar dari dosa-dosa besar? Mereka (para sahabat) berkata: “Tentu wahai Rosulullah.” Beliau berkata: “Berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua.”Tadinya nabi dalam dalam kondisi berbaring dan kemudian beliaupun duduk lalu berkata: “Dan perkataan dusta, bersaksi dusta,” beliau terus mengulang-ulangnya hingga kami berkata: “Seandainya jika beliau diam.” (HR. Bukhori)[32]
Hadits di atas menunjukkan perbedaan antara beberapa jenis dosa besar dan beberapa kemungkinan akan kerusakan yang ditimbulkan oleh masing-masing dosa tersebut. Maka dari itu, jelas bahwasanya diantara dosa-dosa besar yang disebutkan dalam hadits di atas salah satunya  adalah dusta. Karena jika seseorang melakukan dusta, atau sama halnya meng-upload berita hoax, maka akan banyak kerusakan yang terjadi, akibat berita hoax tersebut.[33]  



III.   PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat kita ambil kesimpulan, bahwasanya hukum meng-upload berita hoax adalah haram, dan orang yang meng-upload berita hoax dikategorikan sebagai pendusta yang sedang terjerumus ke dalam dosa besar.
B.     Saran
Setelah kita mengetahui akan keharaman meng-upload berita hoax, setidaknya kita senantiasa berhati-hati dan selalu bertabayun dikala mendapatkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan berita tersebut jelas kebenarannya dan bukan termasuk berita hoax sebelum meng-uploadnya.







[1] Oxford Learner’s Pocket Dictionary, Edisi ke-4, (New York: Oxford University Press: 2011) cet, ke-4, hlm. 487
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Hoax, diakses pada 25 Feb. 17, jam 0:15 WIB
[3] Robert Nares, A>M., F.R.S., F.A.S., A Glossary; or Collection of Words, Phrases, Names, and Allusions to Costums, Proverbs, &c. Which Have Been Thought to Require Illustration In The Works of English Authors, Particulary Shakespeare, (London: James Moyga, Greville Street, 1822) Hal: 235
[5]  https://en.wikipedia.org/wiki/Hoax, diakses pada 23 Feb. 17, jam 21:10 WIB
[6]  Ibid
[7]  https://en.wikipedia.org/wiki/Tedworth_House, diakses pada 23 Feb. 17, jam 21:10 WIB
[8]  March E. Fitch, Paranormal Nation, (Santa Barbara: ABC-CLIO, LLC: 2013), hlm. 32
[9] Al-Imam Al-Bukhori, Shohih Al-Bukhori, (Beirut: Dar Al-Kutub Al- Ilmiayah, 2014), jild. 1, hlm. 364, Kitab Zakat, Bab La Yasaluna An-Nasa Ilhafa, no. Hadits 1477
[10] https://amintea2.wordpress.com/2010/10/14/hoax-dan-ciri-ciri-nya/, diakses:  Sabtu, 24 february 2017, jam: 19:47
[12] Imam Muslim bin Al-Hajjaj, Shohih Muslim, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2011),  jild. 1, hlm. 93, Kitab Al-Iman, Bab Tahrim Al-Kibri wa Bayanihi, no. Hadits 91
[13] Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, terj. Muhammad Abdul Ghoffar dan Abu Ihsab Al-Atsari, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008), jild. 9, hlm. 118
[14] Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, terj. Muhammad Abdul Ghoffar dan Abu Ihsab Al-Atsari, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008), jild. 9, hlm. 121
[15] Abu Daud As-Sijistani, Sunan Abi Daud, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2015),  hlm. 765, Kitab Al-Adab, Bab Man Radda ‘an Muslimin Ghibatan, no. Hadits 4878
[16] Abi At-Thoyyib Muhammad Syamsyul Haqqi Al-‘Adzim Abadi, ‘Aunul Ma’bud Syarhu Sunan Abi Daud, (Kairo: Dar Al-Hadits, 2001), jild. 8, hlm. 240
[17] Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, terj. Muhammad Abdul Ghoffar dan Abu Ihsab Al-Atsari, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008), jild. 2, hlm. 132
[18] Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani, Fathul Qodhir, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2003),  jild. 1, hlm. 301
[19] Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, terj. Muhammad Abdul Ghoffar dan Abu Ihsab Al-Atsari, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008), jild. 6, hlm. 344
[20]  Jalaluddin ‘Abdurrahman bin Abi Bakar Asy-Suyuthi, Ad-Durru Al-Mansur fi At-Tafsir Al-Ma’tsur, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2004), Jild. 5, hlm. 92
[21]  Muhammad ‘Abdul Qadir ‘Ata, Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2008),  jild. 9, hlm.237, no. Hadits 23042
[22] Ahmad bin Rajab bin Al-Hasan Al-Hambali, Jami’ Al-‘Ulum Wal Al-Hikam FI Syrh Khomsin Haditsan min Jawami’ Al-Kalam, (t.k.: Dar As-Salam, 2004), jild. 3, hlm. 999
[23] Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, Al-Qowaidh Al-Fiqhiyah, terj. As-Shodiq, (Gresik: Yayasan Al-Furqon Al-Islami, 2016), hlm. 323
[24] Ibid
[25] Ibid, hlm. 324
[26] Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, Al-Qowaidh Al-Fiqhiyah, terj. As-Shodiq, (Gresik: Yayasan Al-Furqon Al-Islami, 2016), hlm. 324
[27] Ibid
[28]  Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, terj. Muhammad Abdul Ghoffar dan Abu Ihsab Al-Atsari, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008), jild. 9, hlm. 107
[29] Muhammad Abdul Latif bin Al-Khotiib, Awdhohu At-Tafsir, (t.k: Cetakan Mesir dan Maktabahnya, 1964), hlm. 634
[30]  Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, terj. Muhammad Abdul Ghoffar dan Abu Ihsab Al-Atsari, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008), jild. 9, hlm. 107
[31]  Syamsuddin Muhammad bib Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-Fariqy Ad-Dimasqiy Asy-Syafi’i, Al-Kabair, terj. Abu Zufan Imtihan Asy-Syafi’i, (Solo: Pustaka Arafah, 2007), hlm. 205
[32] Al-Imam Al-Bukhori, Shohih Al-Bukhori, (Beirut: Dar Al-Kutub Al- Ilmiayah, 2014), jild. 4, hlm. 155, Kitab Isti’dzan, Bab Man It-Taka’a Baina Yadai Ash-Habihi no. Hadits 6273-6274
[33] Salim bin ‘id Al-Hilali, Bahjatu An-Nadzirin Syarhu Riyadhi Ash-Sholihin, (Arab Saudi: Dar Ibnu Juzy, 1425), jild. 1, hlm. 408
0

Rabu, 22 Februari 2017

Sejarah Berdirinya PKI (Partai Komunis Indonesia) Dan Bukti Kekejamanya Terhadap Umat Islam



A.   MASUKNYA KOMUNISME KE INDONESIA
1.      Awal mula munculnya ideologi komunis[1]
Komunisme adalah paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx (sekuleris keturunan Yahudi kelahiran Jerman pada tahun 1818 M)[2] dan Fredrich Engels (bapak Marxisme keturunan Jerman dan Inggris kelahiran Inggris pada 28 November 1820)[3], yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikan dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara. Demikianlah Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan apa itu komunisme. Meski singkat dan belum begitu jelas akan penggambaran keseluruhan wajah komunisme, setidaknya devinisi ini memberikan informasi awal mengenali ideolofi bobrok tapi menarik itu.
Bebicara tentang komunisme tidak bisa di lepaskan oleh pencetunya yaitu Karl Max. Karl Max lah yang pertaman kali mengungkapkan pemikirannya mengenai ideologi ideologi komunis dalam sebuah pamflet yang ditulis bersama dengan Predick Englesh pada tahun 1848. Dan ketahuilah bahwasanya teori komunisme bukan baru muncul pada abad ke-19, tetapi sudah muncul pada abad ke-16, ketika bentuk kapitalisme mulai tumbuh. Pada tahun 1516 Thomas More menulis sebuah essay yang berjudul Utopia. Essay Thomas More tersebut kemudian diikuti oleh Thommas Campanela pada tahun 1623 yang menulis Civitas Solis (city of the sun), Francis Bacon pada tahun 1627 yang menulis new atlantis, dan James Harrington pada tahun 1658 yang menulis the ocean. Pemikiran-pemikiran komunisme tetap hadir masa-masa setelah itu sampai munculnya tulisan Marx dan Engels.
2.      Lahirnya Partai Komunis Indonesia (PKI)
Ideologi komunis masuk ke Indonesia pada tahun 1913, diperkenalkan oleh Hendricus Josephus Franciscus Maria Sneevliet. Ia adalah mantan ketua Sekertaris Buruh Nasional dan juga mantan pemimpin Partai Revolusioner Sosialis di salah satu provinsi di negeri Belanda. Mula-mula ia bekerja di Surabaya sebagai staf redaksi warta perdagangan Soerabajasche Hendelsblad milik sindikat perusahaan-perusahaan gula Jawa Timur. Tidak lama kemidian ia pindah ke Semarang bekerja sebagai sekertaris pada sebuah maskapai dagang.
Kota Semarang pada saat itu manjadi pusat organisasi buruh kereta api Vereeniging van Spoor en Tramweg Personeel (VSTP/Serikat Personel Kereta Api dan Trem), yang telah berdiri sejak tahun 1908. Pada tahun 1914 VSTP memerlukan propagandis-propagandis untuk menyebarluaskan paham yang dianut oleh organisasi buruh itu. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Sneevliet. Ia diangkat sebagai propagandis bayaran. Lewat jalan ini Sneeliet berkenalan dengan masa buruh, dan menyebarluaskan ideologi pertentangan kelas.
Pada bulan Juli 1914 Sneevliet bersama dengan P. Bersgma, J.A. Brandstedder, H.W. Dekker (Sekertaris VSTP), mendirikan organisasi politik yang bersifat radikal, Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) atau Serikat Sosial Demokrat India. ISDV menerbitkan surat kabar Het Vrije Woord (Suara Kebebasan).Terbitan pertama surat kabar ini tercatat pada tanggal 10 Oktober 1915. Melalui surat kabar ini sneevliet dan teman-temannya melakukan propaganda untuk menyebarkan marxisme.[4]
Dan pada akhirnya mereka berhasil mempengeruhi salah satu organisasi pergerakan nasional yaitu Sarekat Islam (SI) yang saat itu di pimpin oleh Semaun. Semaun lahir di Jombang pada 1899 sebagai anak buruh kereta api. Meski bukan anak priyayi, ia sempat menikmati pendidikan Barat di Tweede Klas (Sekolah Bumiputra kelas dua). Setelah lulus, ia bergabung dengan Staatsspoor (SS) sebagai juru tulis pada 1912 di usia 13 tahun. Tahun berikutnya, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeling Surabaya da berguru kepada H.O.S. Tjokroaminoto. Karir Semaun cukup bagus. Setahun berikutnya, ia tampil kemuka sebagai sekertaris SI Surabaya.
Pada awal 1915, ia bertemu Sneevliet di Surabaya dan terkesan dengan dengan “sikap manusiawi dan tulus” Sneevliet yang sama sekali bebas dari “mentalitas kolonial” Belanda. Ia  pun bergabung dengan ISDV dan VSTP (Vereeniging Voor Spoor-en Tramwegpersoneel), serikat buruh kereta api dan trem, yang juga didirikan oleh Sneevliet. Karirnya di ISDV cemerlang. Ia segera menjadi sekertaris ISDV Surabaya yang didominasi oleh Belanda. Setahun berikutnya, Semaun pindah ke Semarang menyusul kepindahan gurunya, Sneevliet. Di Semarang, ia menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang.
SI semula membolehkan anggotanya merangkap keanggotaan di organisasi lain, termasuk ISDV. Oleh karena itu , dibeberapa cabangnya, banyak anggota Sarekat Islam merangkap juga menjadi anggota ISDV. Akan tetapi kegiatan-kegiatan ISDV dalam lingkungan SI ternyata menggoncangkan organisasi massa Islam terbesar ini. Para pemimpin SI yang anti-komunis mulai bertanya apakah kegiatan-kegiatan itu tidak didukung oleh pihak Belanda sendiri, sebagai usaha untuk memecah organisasi ini yang memang tumbuh dengan pesat dan yang telah menyebabkan timbulnya ketakutan diklangan banyak orang Belanda.
Abdul Muis menulis bahwa Sneevliet seakan sengaja dikirim ke Hindia (Belanda) untuk memecah gerakan rakyat. Oleh karena itu, ia menuntut agar pemerintah membuang Sneevliet dari Hindia. Agus Salim juga mengecam,”kaum sosialis itu membuta tuli saja hendak memindahkan sengketa dari perselisihandiruman tangganya (Eropa) ke tanah air kita, padahal suatu pun tidak ada sebabnya bagi kita akan bersengketa atau berselisih dalam rumantangga kita.”
Dari Semarang yang merupakan pusat ISDV, Semaun dan teman-temannya mulai menggrogoti SI. Mereka menyebarkan pemikiran komunisme disertai kecaman terhadap para pemimpin pusat SI, terutama Abdul Muis dan Agus Salim. Tjokroaminoto bahkan pernah dituduh menggelapkan uang oleh teman Semaun, Darsono, meskipun akhirnya Darsono meminta maaf. Kebijakan yang diambil oleh para pemimpin tersebut diserang, bahkan kemudian meluaskannya menjadi personal pribadi.
Dalam kongres di Surabaya pada Oktober 1921, akhirnya SI pecah. Orang-orang komunis dikeluarkan dari SI. Mereka SI dari Semarang, Solo, Salatiga, Sukabumi dan Bandung. SI terpengaruh oleh komunisme itu sering disebut dengan SI Merah. Semaun bersama teman-temannya kemudian melanjutkan perjuangan Sneevliet yang telah diusir  dari Hindia Belanda. Semaun menjadi ketua pertama Partai Komunis Indonesia (PKI)yang berdiri 5 bulan setelah perpecahan SI. Sebelum itu, nama PKI adalah Partai Komunis Hindia sebagai kelanjutan perjuangan ISDV.
Meski lahir dari rahim umat Islam, kelak setelah Indonesia merdeka justru umat Islamlah yang dibantai oleh PKI. Dimana muncul dan berkembang, komunisme memang selalu menjadi parasi bagi agama mayoritas.[5]

B.    BOBROKNYA IDEOLOGI PKI
Marx mengajarkan bahwa agama adalah keluh kesah makhluk tertindas koma hati nurani dari dunia yang tak berhati tepat sebagaimana ia adalah jiwa dari keadaan yang tak berjiwa. Menurut Marx agama adalah candu bagi rakyat, dia menulis, “agama hanya bagaikan bayangan matahari yang bergerak mengitari orang, sampai ia mulai mengitari diri sendiri.”[6]
Lenin, juru tafsir ajaran marxisme menulis, “kita harus mempelajari bagaimana memerangi agama. Untuk itu seseorang harus menerangkan secara materialis akan sumber kepercayaan dan agama dari massa.”
“Jadi,” lanjut Lenin, “Lenyapkan agama hidupkan atheis. Penyebaran paham atheis adalah tugas kita.” Inilah ucapan Lenin, gembong atheis yang dipuja puja pada masa pra-Gestapu/PKI di Indonesia. Dia menambahkan,”Agama adalah racun bagi jiwa, dimana budak-budak kapitalisme membenamkan prikemanusiaan, hasrat hati mereka untuk suatu kehidupan yang layak.[7]
Lenin lupa bahwasanya komunisme sendiri adalah agama resmi dengan Nabinya Karl Marx dan menuhankan benda. Anehnya, komunis yang menganggap agama sebagai candu bagi untuk rakyat, menjadikan buku-buku karangan Karl Marx sebagai kitab suci. Bahkan mendudukkan Karl Marx sebagai Nabi. Pada hakekatnya, dibawah kesadaran mereka, mereka sendiri memiliki tuhan, Nabi dan kitab suci sebagai pedoman mereka.
Selain itu penentangan marxisme terhadap agama juga dibarengi dengan penentanga terhadap budi pekerti yang mulia. Mereka telah menjerumuskan manusia kepada ajaran tidak ada aturan prilaku bagi masyarakat serta menggunakan kesempatan dalam kesempitan dalam untuk mencapai sasarannya. Paham ini benar-benar menghilangkan warisan budi pekerti yang diamalkan bangsa manusia sejak berabad-abad lalu. Paham ini juga mengingkari semua tuntunan akhlak dan wasiat segenap agama. Mereka memandang ajaran tersebut tidak lain hanyalah hasil rekayasa sekelompok orang yang telah mencapai kemakmuran ekonomi pada suatu masa tertentu. Komuinisme juga menolak persatuan antarunsur masyarakat, bahkan menyulut api peperangan berdasarkan konsep perbedaan kelas.
Lenin juga menyerukan diteraapkannya tindak kekerasan. Ia mengatakan bahwa bagi kaum komunis, undang-undang prilaku dirancang demi kepentingan parang antar kelas masyarakat. Mereka beranggapa, undang-undang prilaku hanyalah alat yang digunakan untuk mencapai kemenangan dalam perang tersebut. Maka, bagi mereka, perilaku adalah segala yang bisa meruntuhkan kekokohan masyarakat.[8]
Marx berkata,” Sesungguhnya, undang-undang prilaku dan agama bukan termasuk pandanga kita. Hal itu hayalah angan-angan kaum rakyat melata.” Secara terang-terangan ia menyerukan dalan salah satu pidatonya,”Tujuan kita tercapai denga menghalalkan segala cara. Semua penyeru aliran ini bis menggunakan seluruh sarana dalam rangka merobohkan norma-norma masyarakat. Ini merupakan sarana terpuji yang diperintahkan.” Berkata pula Haroldenski, “Prilaku marxisme adalah prilaku yanng terkenal bringas, buas, khianat, bohong, dan suka memburuk-burukkan keadaan.” Lenin berkata, “Kami, sekelompok komunis, tidak berpegang kepada kaedah-kaedah prilaku dan norma-norma masyarakat yang didalamnya termasuk perintah tuhan. Kami menegaskan bahwa kami meninggalkan seluruh aturan prilaku dan tata krama yang menjadi patokan masyarakat manusia seluruh dunia. Kami memandang tata krama itu hanyalah pengkhianatan dan penyesatan belaka.”
Lewat seruan Engels, Marx dan Lenin, jelas komunisme menolak prilaku yang berdasarkan agama. Falsafah Marxis tidak mengakui semua agama atau rasul utusan Allah Ta'ala, bahkan mereka menentangnya. Bagi mereka, agama adalah salah satu bentuk pengkhianatan. Mereka menuduh, agama direkayasaoleh sebagian oarang demi kepentingan segolongan manusia.[9]
Logika  marxisme berasaskan materi. Materi inilah yang menjadikan pangkal timbulnya bentrokan antarkelas dalam masyarakat. Menurut Hagel, materi adalahpengganti jiwa. Namun, terbukti bahwa materi tidak bisa memenuhi hasrat kerohanian, kegamaan, serta kepercayaan pada masalah gaib dan wahyu. Marxisme tidak bisa memecahkan berbagai permasalahan manusia. Aliran ini justru menumpahkan darah manusia. Salah seorang filosof senior Marxis, Garaudy, mengatakan bahwa marxisme adalah warisan komunisme lama yang tumbuh sejak awal perkembangan pemikiran manusia. Ia berkata,” Marx adalah penerus generasi yang bersemboyang saya adalah musuh para tuhan.”[10]
Dengan gamblang, Islam telah mengungkapkan kerusakan aliran Marxsisme-sosialisasi. Aliran ini hancur dan runtuh karena tidak sejalan dengan fitrah manusia, tidak berlandaskan ilmu pengetahuan, serta bertentangan dengan sunnah kehidupan. Paham ini semata-mataberlandaskan penghancuran dan kerusakan.

C.    ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN, MUSUH UTAMA KAUM KOMUNIS
Islam adalah agama yang mulia, agama yang hanya memilki satu tuhan yang Maha Esa, yang umat Islam hanya bergantung padanya, Rabb yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan Rabb yang tidak ada satupun yang setara denganNya. Ialah, Allah Ta'ala, seperti firman Nya:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١) اللَّهُ الصَّمَدُ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ (٤)
     “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
Dan Islam juga dibangun atas lima pilar, seperti sabda Nabi  Shalallahu’alaihi wasallam:
عن أبي عبد الرحمن عبدالله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله ﷺ يقول: بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إلاالله وأن محمد ارسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة, وحج البيت, وصوم رمضان. (رواه البخاري و مسلم)
     Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khatab ra. berkata, aku pernah mendengar Rosulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:“Islam dibangun atas lima pilar: (1) Persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rosul Allah, (2) medirikan sholat, (3) mengeluarkan zakat, (4) melaksanakan ibadah haji, dan (5) berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhori dan Muslim)[11]
Berdasarkan hadits yang tertera diatas, jelas bahwasanya umat Islam memiliki pondasi yang sangat kuat. Dan pada hadits diatas telah jelas bahwasanya umat Islam mengimani seorang Nabi, ia adalah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam. Ia merupakan suri tauladan baik bagi umat Islam. Jadi, intinya agama Islam adalah agama yang pasti, pasti tuhannya hanya satu yaitu Allah Ta'ala, pasti Nabinya yaitu Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam, pasti kitab pedomannya yaitu Al-Qur’an.
Beda halnya dengan para komunis, ajaran seorang Karl Marx, seorang keturunan yahudi Jerman, menggagas pemahaman komunisme ketiaka ia berusia 30 tahun. Karl Marx dikenal tidak beragama. Desertasinya yang berjudul The Difference Between The Natural Philoshophy of Democritus and Epicurus (1841) jelas menunjukan dirinya sebagai anti agama. Hal ini membuat Marx dicap sesat dan dijauhi oleh rekan-rekannya.
Marx pernah berucap,”Eksistensi tuhan tidak masuk akal. Tuhan adalah konsep menjijikan. Aku menaruh demdam kepada apasaja yang namanya tuhan!!!”
Dari perkatan Karl Marx la’natullah ‘alaihi ini, kita dapat mengetahui sebegitu bencinya ia terhadap yang namanya tuhan termasuk orang –orang yang memilki tuhan alias para penganut agama terkhusus agama Islam yang telah jelas ketuhanannya. Dari perkataannya juga, telah terbukti betapa banyak umat Islam yang telah terbantai oleh para pengikut ajaran Karl Marx ini, terkhusus kaum muslimin Indonesia.
Berangkat dari sini, kekejaman demi kekejaman dilancarkan oleh kaum komunis terhadap para tokoh agama. Perusakan dan penghancuran tempat ibadah menjadi menu wajib mereka. Di Rusia Stalin (Rusia 1879-1954), delapan ratus ribu muslim Rusia di bantai pada tahun 1942. Tidak hanya itu, dua puluh ribu masjid menjadi tempat sasaran penghacuran. Jadi, sembilan puluh sembilan persen masjid dimusnahkan oleh Stalin.[12]
Di Indonesia, diantara yel-yel PKI, partai kebanggaan kaum komunis adalah “Pondok-pondok, langgar bubar, santri mati! Pondok bobrok, langgar bubar, santri mati!!”
Meniru PKUS (Partai Komunis Uni Soviet) yang menghancurkan masjid, PKI membakar dua masjid Kembang Kuning, Surabaya (Masjid Rahmat, 1948), dan Masjid Agung Trenggalek (berumur dua ratus lima tahun, Maret 1949). Di Kanigoro, Kediri, dua sayap PKI, yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa para training PII (Pelajar Islam Indonesia). Lebih keji lagi, mereka melecehkan para pelajar wanita. Kitab suci umat Islam, Al-Qur’an, mereka robek-robek dan injak-injak. Kiyai setempat diludahi, kepalanya dibuat mainan, ditendang. Peristiwa kelam tersebut terjadi 13 Januari 1965.[13]Dan ketahuilah bahwasanya ini semua merupakan bukti, bahwasanya seluruh penganut agama, terkhusus agama Islam merupakan musuh utama kaum komunis.

D.     BUKTI KEKEJAMAN PKI TERHADAP UMAT ISLAM[14]
Para pengkhianat yang telah melkukan bertumpuk-tumpuk pelanggaran HAM kepada Msyarakat Indonesia, ternyata didominasi oleh orang-orang yang tergabung dalam Partai Komunis Indonesia (PKI). Orang-orang dan partai berlambang palu arit ini, telah berulang kali mencoba melakukan kudeta berdarah sejak negara Indonesia berdiri. Mereka terlalu nyata melakukan berbagai kekejian yang membuat darah manusia banjir dimana-mana. Begitu banyak saksi hidup melihat dengan meta kepala sendiri, berbagai kekejian PKI yang telah berlangsung sejak tahun 1945. Para PKI itu selalu membantai denga memakai pola pembuatan lubang, pola penyembeliahan, pola perebutan paksa, dan juga pola pembuatan daftar target mati bagi semua penentang komunis.
Oleh karena itu marilah kita menyelami sebuah tragedi yang terjadi di Madiun pada tahun 1948, mengenai sebuah slogan pahit yang membahana ketika itu, agar kita mengetahui betapa keji dan biadapnya Partai Komunis Indonesia (PKI) ini. Ditahun 1948 tepatnya di Madiun, Jawa Timur, PKI membuat slogan. Slogan itu memang sengaja dibuat, dengan memakai konsep rima dalam puisi, sehingga menarik dan mudah diingat. Namun, yang membuat kita bergidik, slogan itu adalah puisi teror yang begitu keji, lalu digunakan untuk menghancurkan Islam dan seluruh pimpinan Islam saat itu.
Slogan itu kemudian sengaja disebar ke berbagai kota oleh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), lantas menjdi biang keladi tumpahnya berliter-liter darah manusia tak terukur jumlahnya, disebabkan aksi masal PKI dalam pembantaian kiyai dan santri di Madiun dan sekitarnya. Mereka meneriakkan yel-yel penuh kebencian yang berbunyi:
“Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati,
Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati,
Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati”
Betapa ngeri ancaman dari slogan itu. Sejak 18 september 1948, saat Muso memproklamirkan Negara Soviet Indonesia di Madiun, slogan itu terus berkumandang dari seluruh anggota sipil PKI  Muso dan tentara Muso yang bernama Front Demokratik Rakyat (FDR). Perlu diketahui, sekjen dari FDR ini adalah DN Aidit. 
Melalui slogan berima itu, PKI membuat bobrok bangunan pondok pesantren, langgar dibubarkan, dan santri dibantai diluar ukuran kemanusiaan. Lebih gila lagi, sebelum slogan itu dikumandangkan deberbagi kota, desa, jalan, dan gang-gang, para anggota PKI sudah menyiapkan lubang-lubang untuk membantai kiyai dan santri. Diberbagai libang itulah, para kiyai dan satri disembelih sevara massal. 

E.     WASPADA PENYEBARAN IDEOLOGI KOMUNISME
Membunuh, menyembelih, menangkap dan menyiksa, membakar masjid, menghancurkan pesantren, merupkan hobi sekelompok orang yang tidak punya tuhan alias komunis atau partai yang sering mereka bangga-banggakan yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). Hobi mereka inilah yang menjadikan para penganut agama, ketika mendengar nama PKI terbayang bau anyir darah manusia. Akan tetapi ketahuilah, itu hanyalah bayangan yang ada pada generasi yang lahir tahun 90-an kebawah. Adapun generasi yang lahir diatas tahun 90-an, tidak akan ada bayangan tersebut. Jangankan untuk membayangkan sosok komunis dan sejawatnya, kalimat komunis (PKI) saja belum tentu familiyar ditelinga mereka, atau mungkin kedengarannya sangat aneh.
Mengapa? Sejak reformasi 1998, kader-kader komunis berhasil memaksa pemerintah saat itu untuk mencabut pelajaran sejarah kejahatan PKI dari kurikulum sekolah. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Belum berhenti sampai disini, mereka juga berhasil memaksa pemerintah untuk tidak menayangkan film kejahatan PKI yang bisa ditonton tiap malam 30 September.[15]
Dan kemungkinan sebagian orang juga menyangka, bahwasanya PKI telah terkubur bersamaan dengan keluarnya TAP MPRS No. XXV tahun 1966. Undang-undang itu menetapkan pembubaran PKI, menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Indonesia serta larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme[16]. Namun faktanya, para pengikut PKI dan keturunannya masih ada. Mereka terus bergeriliya memperjuangkan ideologinya. Ibarat ilalang, setiap kali dibabat, tetap saja tumbuh.
Mari kita melihat sejarah pemberontakan PKI sejak tahun 1948. Pada tanggal 18 September 1948  Muso mendirikan Republik Soviet Indonesia. Kemudian mereka melakukan pembantaian kepada para kyai, santri dan umat Islam yang tidak setuju dengan ajaran PKI. Mereka dibantai dengan sangat keji.[17] Ditahun berikutnya tepatnya tanggal 13 Januari 1965 di desa Kanigoro Kediri, diwaktu subuh sekelompok besar kader PKI menyerang sebuah acara pelatihan yang dilakukan oleh organisasi Pelajar Islam Indonesia (PPI), setelah melalui bentrokan singkat, kader PKI berhasil menaklukan para pemuda muslim tersebut, mengikat tangan pera kader PPI lantas mengiring mereka sejauh enam kilometer ke kantor polisi, dimana mereka ditahan dengan tuduhan kontrerevolusioner. Hal ini membuat kaum muslimin sakit hati atas tuduhan mereka. Bukan hanya itu mereka juga menyerang dan merusak kesucian masjid, tempat ibadah umat Islam.[18] Sungguh betapa biadapnya perlakuan mereka terhadap umat Islam.
Kesimpulan dan Saran
Komunisme, ideologi bobrok yang dicetuskan oleh Karl Marx di abad ke-19. Karl Marx lah yang pertama kali mengungkapkan pemikirannya mengenai ideologi komunis dalam sebuah pamflet yang ditulis bersama dengan Predick Englesh pada tahun 1848. Setelah itu barulah tersebar ke berbagai negara, dan melahirkan banyak Karl Marx baru, diantaranya adalah Lenin dan Sneevliet komunis asal Rusia, Semaun, komunis asal Jombang, Indonesia.
Dan yang pertama kali menyebarkan ideologi komunisme ke Indonesia adalah Sneevliet, yang ketika itu Sneevliet datang ke Surabaya dan akhirnya bertemu dengan Semaun pemimpin organisasi Sarekat Islam pada masa itu.  Pertemuan Semaun dengan Seneevliet berakhirnya tragis. Semaun terpengaruh oleh ideologi  Sneevliet, akhirnya Sarekat Islam bubar, dan dibangunlah Partai Komunis Indonesia oleh Semaun. Semenjak berdirinya PKI, banyak diantara kaum muslimin yang disembelih, dibunuh, ditangkap lalu disiksa, akibat menolak ajaran komunis ini banyak dari mereka adalah para kiyai dan santri.
Akan tetapi semenjak di hapusnya pelajaran sejarah kejahatan PKI, dan pelarangan menayangkan film kejahatan PKI yang biasa ditonton tiap malam 30 Desember, pada masa revormasi tahun1998. Masyarakat muslim pada umumnya lupa akan tragedi berdarah yang dilakukan PKI. Yang akhirnya mengakibatkan kaum muslimin saat ini berleha-leha seolah PKI telah mati, PKI hanya tinggal nama. Dan ketahuilah sesungguhnya PKI sedang bersiap-siap menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkan aksi mereka yang telah lama hilang.
Oleh karena itu, wahai kaum muslimin pada umumnya, dan khususnya bagi muslimin Indonesia, marilah kita sadar dan saling menyadarkan sekeliling kita agar senantisa waspada terhadap PKI. Susun strategi dari sekarang untuk menghadapi kaum yang tak bertuhan (PKI) agar kita tidak menyesal di hari kemudian.






[1] Saleh As’ad Dzamhari dkk, Komunisme di Indonesia (Perkembangan dan Gerakan Komunisme di Indonesia (1913-1948)), jilid. 1, (Jakarta: Pusjara TNI , 2009 M), hlm. 5-8
[2] Yesmil Anwar dan Adang, Pengantar Sosiologi Hukum, (ttp: t.p., t.t.), hlm. 26
[4] Saleh As’ad Dzamhari dkk, Komunisme di Indonesia (Perkembangan dan Gerakan Komunisme di Indonesia (1913-1948) ), jilid. 1, (Jakarta: Pusjara TNI , 2009 M), hlm. 19-20
[5] Muhammad Abu Faris, Munculnya Komunisme di Indenesia , Majalah An-Najah edisi. 130, (Solo: Pena Ummah, 2016), hlm.5-6
[6] Akrom Syahid, Komunisme Ancaman Bagi Seluruh Agama , Majalah An-Najah edisi. 130, (Solo: Pena Ummah, 2016), hlm.8
[7] Akrom Syahid, Komunisme Ancaman Bagi Seluruh Agama , Majalah An-Najah edisi. 130, (Solo: Pena Ummah, 2016), hlm.8
[8] Anwar Jundi, Islam Setelah Komunis, cet. 1, (Jakarta: Gema Insani Press, 1994 M), hlm.40
[9] Anwar Jundi, Islam Setelah Komunis, cet. 1, (Jakarta: Gema Insani Press, 1994 M), hlm. 41
[10] Ibid, 42
[11] Imam An-Nawawi, Hadits ‘Arba’in, terj. Muhil Dhofir, (Jakarta: Al-I’tishom, 2001 M), hlm. 11-12
[12] Tim Redaksi, Islam dan Kaum Muslimin Musuh Utama Kaum Komunis, Majalah Asy-Syariah edisi. 1 (Yogyakarta: Oase Media, 2016), hlm. 50-51
[13] Ibid
[14] Anab Afifi dan Thowaf Zuharon, Ayat-ayat yang di Sembelih, cet. 1, (Jakarta: Jagat Publishing, 2015 M), hlm. 109
[15]  Akrom Syahid, Komunisme Ancaman Bagi Seluruh Agama , Majalah An-Najah edisi. 130, (Solo: Pena Ummah, 2016), hlm.8
[16]  MS. Kalono, Mewaspadai Metamorfisis Ideologi Komunisme, Majalah An-Najah edisi. 130, ( Solo: Pena Ummahm, 2016), hlm. 10
[17]  Anab Afifi dan Thowaf Zuharon, Ayat-ayat yang di Sembelih, cet. 1, (Jakarta: Jagat Publishing, 2015 M), hlm. 109
[18] Budi Susanto, Politik dan Postkolonialitas di Indonesia, cet. 5, (Yogyakarta: Kanisus, 2003 M), hlm. 44 
1